Kemarau Panjang Ancam Produksi Gandum Australia 2025: Risiko Penurunan 1 Juta Ton dan Krisis Pasokan Dunia

KabarPialang – Kemarau panjang di Australia menekan panen gandum hingga 1 juta ton. Dampaknya, pasokan global terancam dan harga gandum berpotensi melonjak.

Musim kemarau yang melanda sebagian wilayah Australia telah menjadi ancaman serius bagi produksi gandum tahun ini. Negara yang dikenal sebagai salah satu eksportir gandum terbesar di dunia itu kini menghadapi risiko penurunan hasil panen akibat curah hujan yang jauh di bawah rata-rata. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan terganggunya pasokan global dan kenaikan harga gandum internasional.

Menurut data Biro Meteorologi Australia, sepanjang bulan September 2025 — periode krusial dalam fase pertumbuhan tanaman gandum — curah hujan di negara bagian Victoria dan Australia Selatan tercatat jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata historis. Bahkan, Australia Selatan hanya menerima curah hujan kurang dari 10 milimeter, atau sekitar setengah dari biasanya.

Kedua wilayah tersebut selama ini menyumbang sekitar 25% dari total panen tahunan Australia, sehingga kondisi kering berkepanjangan ini menjadi perhatian besar. Padahal, setelah melalui masa kekeringan bertahun-tahun, petani sempat optimistis pada awal tahun karena curah hujan musim dingin sempat memulihkan kelembapan tanah.

Prediksi Produksi Potensi Turun Hingga 1 Juta Ton

Dalam laporan terbaru, Departemen Pertanian Australia pada September masih memperkirakan bahwa panen gandum tahun ini dapat menjadi rekor tertinggi keempat, dengan estimasi 8,2 juta ton dari dua negara bagian utama, Victoria dan Australia Selatan.

Namun, kondisi di lapangan menunjukkan tanda-tanda memburuk. James Maxwell, Manajer Senior Wawasan Agribisnis di Bendigo Bank, menyampaikan bahwa kelembapan tanah kini menurun drastis dan kenaikan suhu udara dapat mempercepat stres tanaman.

“Saya pikir akan ada pemangkasan estimasi produksi dalam waktu dekat. Antara Australia Selatan dan Victoria, kita bisa melihat penurunan hingga setengah juta ton, bahkan satu juta ton jika kondisi kering terus berlanjut,” ujar Maxwell, dikutip dari Bloomberg, Rabu (8/10/2025).

Biro Meteorologi juga memperkirakan peluang curah hujan di atas rata-rata di wilayah tenggara sangat kecil hingga akhir tahun. Bahkan jika hujan turun di bulan November, waktu tersebut dinilai terlalu terlambat untuk menyelamatkan hasil panen, dan justru berisiko menunda proses pemanenan.

Dampak Terhadap Pasokan Global dan Harga Gandum Dunia

Australia memegang peran penting dalam rantai pasokan pangan dunia. Negara ini menempati posisi lima besar eksportir gandum global, bersama Amerika Serikat, Rusia, Kanada, dan Uni Eropa. Oleh karena itu, setiap gangguan produksi di Australia akan langsung terasa di pasar internasional.

Penurunan pasokan hingga 1 juta ton diperkirakan akan memperketat ketersediaan gandum di pasar global, terlebih di tengah kondisi cuaca ekstrem yang juga melanda beberapa negara produsen lain. Analis memperingatkan bahwa harga gandum internasional dapat naik antara 5% hingga 10% jika kondisi kering berlanjut hingga akhir tahun.

Selain itu, negara-negara importir utama seperti Indonesia, Mesir, dan Tiongkok bisa menghadapi kenaikan biaya impor, yang berpotensi mendorong inflasi pangan di dalam negeri.

Tantangan Cuaca Ekstrem dan Ketahanan Pangan

Fenomena El Niño dan perubahan iklim global memperburuk risiko produksi pertanian di berbagai negara. Di Australia, musim kemarau panjang telah menjadi tantangan berulang, menguji ketahanan petani dalam mengelola kelembapan tanah dan waktu tanam.

Pakar pertanian menilai bahwa upaya adaptasi seperti penggunaan varietas gandum tahan kering, sistem irigasi modern, dan pemantauan iklim berbasis teknologi perlu segera diperluas untuk mengurangi risiko gagal panen di masa depan.

Prospek ke Depan Harapan di Tengah Ketidakpastian

Petani di Victoria dan Australia Selatan biasanya mulai melakukan panen pada Oktober dan menyelesaikannya pada awal tahun berikutnya. Namun, dengan kondisi saat ini, banyak yang harus melakukan penyesuaian jadwal panen dan pengurangan target produksi.

Pemerintah Australia diharapkan dapat memberikan dukungan tambahan, termasuk insentif finansial dan teknologi pertanian presisi, agar sektor agrikultur tetap kompetitif di tengah iklim yang semakin tidak menentu.

Meskipun ada potensi penurunan produksi, Australia masih berpeluang mempertahankan posisinya sebagai pemasok utama gandum dunia, selama langkah mitigasi dilakukan dengan cepat dan tepat.

Kemarau panjang yang melanda Australia bukan hanya menjadi ancaman bagi petani lokal, tetapi juga stabilitas pangan global. Dengan potensi penurunan produksi hingga 1 juta ton, dunia kini menantikan bagaimana Australia mengelola tantangan ini demi menjaga ketahanan pasokan gandum dunia.

Related Posts

Regulasi Data Kripto 2026, Ini Respons Pelaku Industri

Pelaku kripto nilai regulasi pertukaran data 2026 tak berdampak besar bagi industri, namun lebih mempengaruhi e-money dan perbankan. KabarPialang – Industri aset kripto di Indonesia kembali menjadi pembahasan utama setelah pemerintah…

Bitcoin Anjlok ke US$93.714, Reli 2025 Lenyap dalam 30 Hari

Harga Bitcoin jatuh ke US$93.714 dan menghapus seluruh reli sepanjang 2025. Pasar kripto memasuki fase risk-off setelah minat institusi melemah, aksi jual meningkat, dan sentimen global menurun. KabarPialang – Harga Bitcoin…

One thought on “Kemarau Panjang Ancam Produksi Gandum Australia 2025: Risiko Penurunan 1 Juta Ton dan Krisis Pasokan Dunia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You Missed

PHK Perusahaan Eropa 2025: Dampak Ekonomi Lesu

  • By Team
  • November 28, 2025
  • 2 views
PHK Perusahaan Eropa 2025: Dampak Ekonomi Lesu

Inflasi Australia 2025 Mencapai 3,8%: Dampak dan Prediksi Ekonomi

  • By Team
  • November 28, 2025
  • 4 views
Inflasi Australia 2025 Mencapai 3,8%: Dampak dan Prediksi Ekonomi

Lonjakan Permintaan Server AI, Jefferies Soroti 4 Saham Taiwan Paling Diuntungkan

  • By Team
  • November 27, 2025
  • 4 views
Lonjakan Permintaan Server AI, Jefferies Soroti 4 Saham Taiwan Paling Diuntungkan

Wall Street Menguat, 6 Faktor Penggerak Reli Jelang Thanksgiving

  • By Team
  • November 27, 2025
  • 7 views
Wall Street Menguat, 6 Faktor Penggerak Reli Jelang Thanksgiving

Outlook Kuat 2026: Morgan Stanley Prediksi EUR/NOK Tetap Datar

  • By Team
  • November 26, 2025
  • 5 views
Outlook Kuat 2026: Morgan Stanley Prediksi EUR/NOK Tetap Datar

Deutsche Bank Perkirakan Dolar Melemah 6% hingga 2026

  • By Team
  • November 26, 2025
  • 6 views
Deutsche Bank Perkirakan Dolar Melemah 6% hingga 2026