Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) mengalami pergerakan terbatas setelah sempat mencetak level tertinggi baru dalam lebih dari tujuh minggu. Pada perdagangan sesi Eropa Kamis, WTI tercatat berada di kisaran $104,85 per barel, setelah sebelumnya menyentuh level $107,35.
Pergerakan ini menunjukkan bahwa meskipun tren jangka pendek masih positif, pasar mulai menunjukkan tanda konsolidasi.
Ketegangan AS-Iran Dorong Sentimen Positif Minyak
Harga minyak tetap didukung oleh meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Presiden AS Donald Trump memperingatkan akan melanjutkan blokade terhadap pelabuhan laut Iran setelah menolak proposal terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan jalur vital yang mengalirkan hampir 20% pasokan energi global, sehingga setiap gangguan terhadap jalur ini langsung berdampak pada harga minyak dunia.
Pemerintah AS menegaskan bahwa blokade akan terus berlangsung hingga tercapai kesepakatan terkait program nuklir Iran.
Iran Ancam Respons Militer
Menanggapi langkah tersebut, Iran memperingatkan kemungkinan tindakan militer sebagai respons terhadap blokade yang terus berlanjut.
Situasi ini meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap krisis pasokan energi global, terutama jika penutupan Selat Hormuz berlangsung dalam jangka panjang.
Dampak dari kondisi ini tidak hanya dirasakan pada harga minyak, tetapi juga pada mata uang negara-negara yang bergantung pada impor energi.
Kebijakan The Fed Picu Kekhawatiran Permintaan
Di sisi lain, sentimen pasar juga dipengaruhi oleh kebijakan moneter Amerika Serikat. Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga pada level saat ini, yang memicu kekhawatiran terkait prospek permintaan minyak.
Ketua The Fed, Jerome Powell, menyatakan bahwa kebijakan saat ini sudah berada pada posisi yang tepat, namun risiko terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi masih meningkat.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa permintaan energi dapat melemah jika aktivitas ekonomi global melambat.
Secara Teknikal, Tren Bullish Masih Bertahan
Secara teknikal, harga minyak WTI masih menunjukkan tren bullish dalam jangka pendek. Harga saat ini berada jauh di atas Exponential Moving Average (EMA) 20 hari di kisaran $94,60, yang mengindikasikan kekuatan tren naik.
Indikator Relative Strength Index (RSI) berada di sekitar level 64, mencerminkan momentum kenaikan yang kuat meskipun belum memasuki kondisi jenuh beli.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pembeli masih mendominasi pasar, meskipun harga telah mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Level Teknis Jadi Acuan Pergerakan Selanjutnya
Dalam kondisi saat ini, area sekitar EMA 20 hari di $94,60 menjadi level penting yang dipantau sebagai potensi area beli jika terjadi koreksi harga.
Sementara itu, di sisi atas, harga minyak berpotensi melanjutkan kenaikan menuju level tertinggi multi-tahun di sekitar $113,28, yang sebelumnya tercapai pada Maret.
Pergerakan harga selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik serta kebijakan moneter global.





