Harga emas batangan Aneka Tambang (Antam) berbalik menguat pada perdagangan Rabu setelah mengalami koreksi tajam pada sesi sebelumnya. Berdasarkan pembaruan pukul 08.30 WIB di situs Logammulia, emas Antam ukuran 1 gram diperdagangkan di Rp2.953.365, naik Rp109.365 per gram dibandingkan posisi Selasa.
Pulih Setelah Koreksi Tajam
Pada perdagangan Selasa, harga emas Antam sempat tertekan Rp183.000 per gram, menandai salah satu penurunan harian terdalam dalam beberapa waktu terakhir. Koreksi tersebut terjadi setelah emas mencatat reli cepat dan menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di Rp3.168.000 per gram pada 29 Januari 2026.
Pelaku pasar menilai pelemahan sebelumnya sebagai fase normalisasi harga setelah reli tajam, seiring investor melakukan penyesuaian posisi.
Minat Beli Kembali Mulai Muncul
Pemulihan harga pada perdagangan hari ini mengindikasikan kembalinya minat beli, di tengah dinamika global dan tertahannya penguatan dolar AS. Dalam kondisi tersebut, emas tetap dipandang sebagai aset lindung nilai, meskipun volatilitas jangka pendek masih berpotensi berlanjut.
Emas Global Menguat, Didukung Sentimen Safe-Haven
Kenaikan harga emas domestik sejalan dengan penguatan emas global yang kembali diperdagangkan di kisaran USD 5.085 per ons, menguat sekitar 2,8 persen dibandingkan sesi sebelumnya setelah sempat terkoreksi tajam di akhir Januari.
Analis Deutsche Bank mencatat harga emas membukukan pemulihan signifikan, dengan kenaikan harian terbesar sejak 2008. Dalam laporan Strategi Makro, emas disebut melonjak 6,12 persen ke USD 4.947 per ons, sebelum melanjutkan penguatan ke sekitar USD 5.081 per ons, didorong kembalinya minat beli pascakoreksi.
Sentimen penguatan juga ditopang meningkatnya ketegangan geopolitik menyusul insiden di Laut Arab yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran, yang mendorong investor kembali memburu aset safe-haven.
Faktor Moneter Ikut Menopang
Dari sisi kebijakan moneter, prospek pelonggaran suku bunga oleh Federal Reserve turut memperkuat daya tarik emas, di tengah terbatasnya pemulihan dolar AS. Dengan laporan Nonfarm Payrolls (NFP) AS tidak dirilis pada Jumat ini, perhatian pasar beralih ke data ADP Employment dan PMI Jasa ISM, yang berpotensi memengaruhi arah USD dan pergerakan emas ke depan.
Emas Bertahan di Atas USD 5.000
Harga emas global melanjutkan pemulihan pada perdagangan Rabu, bergerak stabil di atas USD 5.000 setelah rebound tajam dari zona koreksi pekan lalu. Pemantulan dari area USD 4.400–4.500 menegaskan wilayah tersebut sebagai penopang teknis penting, sekaligus meredakan tekanan jual pascareli ekstrem akhir Januari.
Secara teknikal, harga kembali berada di atas area Fibonacci Extension 100% di sekitar USD 4.990, yang berfungsi sebagai support terdekat. Selama bertahan di atas zona ini, ruang konsolidasi ke arah atas dinilai masih terbuka, meskipun rentang USD 5.200–5.300 tetap menjadi hambatan utama.
Dengan Relative Strength Index (RSI) bergerak kembali ke area menengah, tekanan jual terlihat mereda. Namun, pelaku pasar masih menunggu katalis lanjutan untuk menentukan apakah pemulihan ini berkembang menjadi fase penguatan baru atau berlanjut sebagai konsolidasi setelah volatilitas tinggi.







