Futures emas naik 0,79% ke USD4.377 per ons di sesi AS, didukung pelemahan riil dolar, lonjakan perak hampir 10%, dan sentimen safe haven global.
KabarPialang – Harga futures emas bergerak lebih tinggi selama sesi perdagangan Amerika Serikat pada Selasa. Logam mulia ini kembali menjadi sorotan pelaku pasar global seiring meningkatnya volatilitas aset berisiko dan pergerakan mata uang utama dunia. Kenaikan emas terjadi di tengah penguatan moderat dolar AS, menunjukkan bahwa faktor permintaan lindung nilai masih mendominasi sentimen pasar.
Kontrak futures emas Comex untuk penyerahan Februari diperdagangkan di level USD4.377,95 per troy ons, atau naik 0,79% pada saat penulisan. Pergerakan ini menegaskan bahwa emas masih berada dalam tren bullish jangka menengah hingga panjang, meskipun sempat mengalami fluktuasi tajam dalam beberapa sesi terakhir.
Pergerakan Harga dan Level Teknis
Support dan Resistance Emas
Dari sisi teknikal, emas tercatat sempat bergerak mendekati area tertinggi sesi sebelum mengalami konsolidasi ringan. Pasar saat ini mengidentifikasi area support kuat di kisaran USD4.316,00 per troy ons, yang berpotensi menjadi penopang utama apabila terjadi koreksi jangka pendek.
Sementara itu, level resistance berada di sekitar USD4.584,00 per troy ons. Jika harga mampu menembus zona ini secara meyakinkan, emas berpeluang melanjutkan reli menuju level psikologis yang lebih tinggi. Kondisi ini membuat pelaku pasar cenderung tetap mempertahankan posisi beli, terutama investor institusional dan hedge fund.
Volatilitas Tetap Tinggi
Meski tren menguat, volatilitas harga emas masih relatif tinggi. Pergerakan cepat dalam satu sesi mencerminkan ketidakpastian global yang belum sepenuhnya mereda. Investor cenderung responsif terhadap perubahan data ekonomi, pernyataan bank sentral, serta dinamika geopolitik yang memengaruhi persepsi risiko.
Dolar AS dan Dampaknya ke Emas
Indeks Dolar AS Berjangka, yang mengukur kinerja greenback terhadap enam mata uang utama dunia, tercatat naik 0,19% ke level 97,92. Secara teori, penguatan dolar biasanya menjadi tekanan bagi harga emas karena meningkatkan biaya kepemilikan bagi investor non-dolar.
Namun dalam sesi ini, emas tetap menguat meski dolar bergerak naik. Hal ini mengindikasikan bahwa permintaan safe haven dan ekspektasi perlindungan nilai inflasi masih lebih dominan dibandingkan efek negatif penguatan dolar. Investor tampaknya tidak semata-mata menjadikan pergerakan mata uang sebagai acuan, melainkan juga mempertimbangkan risiko sistemik global.
Lonjakan Tajam Perak di Comex
Perak Naik Hampir 10%
Tak hanya emas, pasar logam mulia juga diramaikan oleh lonjakan harga perak. Kontrak perak Comex untuk penyerahan Maret melonjak 9,74% dan diperdagangkan di level USD77,32 per troy ons. Kenaikan ini tergolong signifikan dan jauh melampaui pergerakan emas.
Lonjakan harga perak mencerminkan kombinasi faktor spekulatif dan fundamental. Selain fungsi sebagai aset lindung nilai, perak juga memiliki permintaan industri yang kuat, terutama dari sektor energi terbarukan dan teknologi.
Efek Psikologis ke Pasar Emas
Reli perak sering kali memberikan sentimen positif ke pasar emas. Ketika perak bergerak agresif, investor cenderung melihatnya sebagai sinyal bahwa logam mulia secara keseluruhan sedang diminati. Hal ini memperkuat pandangan bahwa emas masih memiliki ruang kenaikan dalam waktu dekat.
Tembaga Ikut Menguat, Sinyal Optimisme Industri
Tembaga Naik 3,76%
Di luar logam mulia, tembaga Comex untuk penyerahan Maret tercatat naik 3,76% ke level USD5,78 per pon. Kenaikan tembaga sering dikaitkan dengan ekspektasi pemulihan atau stabilitas aktivitas industri global.
Sebagai logam industri utama, tembaga kerap dijadikan barometer kesehatan ekonomi. Penguatan harga tembaga mengindikasikan bahwa pasar masih melihat adanya permintaan fisik yang solid, meskipun ketidakpastian ekonomi global masih membayangi.
Kombinasi Logam Mulia dan Industri
Kenaikan serempak emas, perak, dan tembaga menunjukkan pasar komoditas berada dalam fase dinamis. Investor tidak hanya memburu aset defensif, tetapi juga mulai menempatkan dana pada komoditas yang sensitif terhadap pertumbuhan ekonomi.
Prospek Pasar ke Depan
Ke depan, pergerakan harga emas diperkirakan tetap dipengaruhi oleh kombinasi faktor makroekonomi, kebijakan moneter, serta sentimen risiko global. Selama ketidakpastian masih tinggi, emas berpotensi mempertahankan daya tariknya sebagai aset lindung nilai utama.
Dengan level harga yang masih berada dekat area tertinggi historis, pelaku pasar akan mencermati setiap sinyal baru yang dapat memicu breakout lanjutan atau koreksi sehat. Dalam jangka pendek, emas berpeluang bergerak dalam rentang support dan resistance yang sudah terbentuk, sembari menunggu katalis berikutnya dari pasar global.






