Gas Alam Naik 1,94% di AS

Harga gas alam futures naik 1,94% di sesi AS, didukung sentimen energi dan pergerakan minyak mentah serta dolar AS.

KabarPialang – Harga gas alam futures mencatatkan penguatan selama masa perdagangan Amerika Serikat pada Jumat. Kenaikan ini menegaskan meningkatnya minat pelaku pasar terhadap sektor energi, seiring dengan pergerakan positif pada minyak mentah dan produk energi lainnya. Sentimen pasar menunjukkan kombinasi faktor teknikal dan ekspektasi permintaan yang masih relatif stabil.

Pada New York Mercantile Exchange (Nymex), kontrak gas alam untuk penyerahan Januari diperdagangkan di level USD3,98 per mmBTU pada saat penulisan, atau naik sekitar 1,94% dibandingkan sesi sebelumnya. Pergerakan ini menempatkan gas alam sebagai salah satu komoditas energi dengan kinerja menonjol pada akhir pekan perdagangan.

Pergerakan Harga Gas Alam Futures

Sepanjang sesi, harga gas alam bergerak dengan volatilitas moderat, mencerminkan adanya tarik-menarik antara aksi beli dan ambil untung. Meski sempat bergerak mendekati level tertinggi sesi, harga tetap mampu bertahan di zona positif hingga akhir perdagangan.

Area Support dan Resistance

Dari sisi teknikal, gas alam diperkirakan memiliki area support di kisaran USD3,840 per mmBTU. Level ini menjadi titik krusial untuk menjaga momentum kenaikan dalam jangka pendek. Apabila harga turun menembus area tersebut, potensi koreksi lanjutan dapat terbuka.

Sementara itu, area resistance berada di sekitar USD4,218 per mmBTU. Level ini menjadi batas psikologis dan teknikal yang perlu ditembus untuk membuka peluang reli lanjutan. Selama harga masih bergerak di antara kedua level tersebut, pasar diperkirakan berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan menguat.

Pengaruh Indeks Dolar AS

Kinerja gas alam juga tidak terlepas dari pergerakan dolar AS. Indeks Dolar AS Berjangka, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, tercatat naik sekitar 0,18% dan diperdagangkan di level 98,26.

Dolar dan Komoditas Energi

Secara teori, penguatan dolar AS dapat memberikan tekanan pada harga komoditas karena membuatnya lebih mahal bagi pembeli non-dolar. Namun, dalam sesi ini, gas alam tetap mencatatkan kenaikan meskipun dolar menguat.

Kondisi ini menunjukkan bahwa faktor fundamental sektor energi, seperti ekspektasi permintaan dan dinamika pasokan, masih menjadi pendorong utama pergerakan harga gas alam. Investor tampak lebih fokus pada prospek energi dibandingkan fluktuasi mata uang jangka pendek.

Minyak Mentah Ikut Menguat

Sentimen positif di pasar energi juga tercermin pada pergerakan minyak mentah. Di Nymex, kontrak minyak mentah untuk penyerahan Februari naik sekitar 1,16% dan diperdagangkan di level USD56,65 per barel.

Dampak Terhadap Gas Alam

Penguatan minyak mentah sering memberikan dukungan psikologis bagi komoditas energi lainnya, termasuk gas alam. Kenaikan harga minyak mengindikasikan optimisme pasar terhadap permintaan energi global, yang pada akhirnya dapat memperkuat sentimen beli di gas alam.

Selain itu, pergerakan searah antara minyak dan gas kerap mencerminkan strategi diversifikasi portofolio investor di sektor energi, terutama ketika prospek ekonomi menunjukkan stabilitas relatif.

Heating Oil Bergerak Terbatas

Selain minyak mentah, produk energi lainnya juga menunjukkan pergerakan positif meski terbatas. Harga heating oil untuk penyerahan Januari tercatat naik sekitar 0,12% dan diperdagangkan di level USD2,13 per galon.

Indikasi Stabilitas Pasar Energi

Kenaikan tipis pada heating oil mengindikasikan stabilitas permintaan produk energi turunan. Meskipun tidak setajam pergerakan minyak mentah atau gas alam, pergerakan positif ini memperkuat gambaran bahwa sektor energi secara keseluruhan berada dalam fase yang cukup konstruktif.

Prospek Jangka Pendek Gas Alam

Dalam jangka pendek, pergerakan gas alam diperkirakan akan tetap dipengaruhi oleh faktor teknikal, kondisi cuaca, serta dinamika pasokan dan permintaan. Selama harga mampu bertahan di atas area support utama, peluang untuk melanjutkan penguatan masih terbuka.

Namun, volatilitas tetap perlu diwaspadai, mengingat pasar energi sensitif terhadap perubahan sentimen global. Pergerakan dolar AS, perkembangan ekonomi, serta ekspektasi permintaan energi akan menjadi faktor penentu arah selanjutnya.

Harga gas alam futures berhasil mencatatkan kenaikan solid sebesar 1,94% selama masa perdagangan AS. Dukungan datang dari sentimen positif di sektor energi, penguatan minyak mentah, serta stabilitas produk energi lainnya.

Meski dolar AS menguat, gas alam tetap mampu bergerak naik, menandakan kuatnya faktor fundamental yang menopang harga. Dengan kondisi ini, gas alam masih memiliki peluang untuk mempertahankan tren positifnya dalam jangka pendek, selama tekanan eksternal tidak meningkat secara signifikan.

Related Posts

Harga Minyak Dunia Turun 0,26% di Asia, WTI Terseret ke USD60

Harga minyak dunia melemah di sesi Asia. WTI turun 0,26% ke USD60,99 per barel, Brent ikut terkoreksi. Simak level support, resistance, dan prospek harga minyak terbaru. KabarPialang – Harga futures minyak…

Emas Turun 0,26% di Sesi AS

Harga futures emas melemah 0,26% di sesi perdagangan AS seiring penguatan dolar AS. Simak level support, resistance, serta pergerakan perak dan tembaga terbaru. KabarPialang – Harga futures emas mencatat pelemahan moderat…

One thought on “Gas Alam Naik 1,94% di AS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You Missed

Bisnis-27 Naik 0,44% ke 567,89

  • By Team
  • January 15, 2026
  • 2 views
Bisnis-27 Naik 0,44% ke 567,89

IHSG Naik 0,35% ke 9.064

  • By Team
  • January 15, 2026
  • 4 views
IHSG Naik 0,35% ke 9.064

Harga Minyak Dunia Turun 0,26% di Asia, WTI Terseret ke USD60

  • By Team
  • January 14, 2026
  • 3 views
Harga Minyak Dunia Turun 0,26% di Asia, WTI Terseret ke USD60

Emas Turun 0,26% di Sesi AS

  • By Team
  • January 14, 2026
  • 4 views
Emas Turun 0,26% di Sesi AS

IHSG Menguat 0,69% ke 8.946

  • By Team
  • January 13, 2026
  • 6 views
IHSG Menguat 0,69% ke 8.946

Saham RMKE Menuju 10.000, Ini Profil & Pemiliknya

  • By Team
  • January 13, 2026
  • 7 views
Saham RMKE Menuju 10.000, Ini Profil & Pemiliknya