2 Fokus Ara pada HUT AREBI ke-33 untuk Penguatan Ekosistem Perumahan Nasional

Dalam HUT AREBI ke-33, Ara menyoroti dua fokus: konsolidasi database AREBI dan kesiapan konsep broker rumah subsidi untuk mendukung target pembangunan perumahan.

KabarPialang – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, atau yang akrab disapa Ara, memberikan dua arahan penting kepada Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33 AREBI di Jakarta, Selasa (18/11/2025). Ara menegaskan bahwa industri broker properti memiliki peran strategis dalam ekosistem perumahan nasional, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan hunian rakyat dan target besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam kesempatan tersebut, Ara menyampaikan dua pesan utama: konsolidasi database anggota AREBI dan penyusunan konsep broker khusus untuk rumah subsidi. Menurutnya, kedua langkah ini sangat penting untuk memperkuat integrasi data, meningkatkan transparansi, serta membuka peluang model bisnis baru di sektor perumahan.

AREBI Diminta Bangun Database Terpadu Anggota

Ara menilai bahwa ketersediaan data yang terintegrasi sangat penting dalam membangun ekosistem sektor perumahan yang lebih efisien dan modern. Ia meminta AREBI menyiapkan database lengkap yang berisi profil, aktivitas, dan kapasitas masing-masing anggota broker properti agar dapat dikonsolidasikan dengan data milik Kementerian PKP.

“Mungkin perlu dibuat database-nya, Pak. Sekarang sangat penting data center, database, dan nanti Bapak bisa mengonsolidasikan untuk kegiatan-kegiatan apa pun,” ujar Ara kepada Ketua Umum AREBI, Clement Francis.

Menurut Ara, pengembang properti besar sudah mulai membangun data center internal dan mengintegrasikan informasi antaranggota. Ia mencontohkan Real Estat Indonesia (REI) maupun Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) yang dapat menggunakan database untuk kebutuhan pembelian material bangunan secara kolektif atau untuk efisiensi operasional lainnya.

Dengan adanya database terpadu broker properti, sinergi antara broker, pengembang, pemerintah, dan lembaga pembiayaan akan semakin mudah diwujudkan. Integrasi ini sekaligus dapat meningkatkan kualitas layanan industri perantara properti, mengurangi praktik tidak transparan, dan mendukung pengawasan berbasis data.

“Dengan database dan data center yang disiapkan, saya rasa itu bisa disinergikan,” tambah Ara.

Dorongan Pembentukan Broker untuk Rumah Subsidi

Selain konsolidasi data, Ara juga menekankan pentingnya menciptakan konsep atau model bisnis baru berupa broker khusus rumah subsidi. Menurutnya, kebutuhan rumah subsidi akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan, sehingga industri broker perlu beradaptasi dan berkontribusi secara lebih aktif.

Untuk itu, Ara meminta Tenaga Ahli Menteri PKP, Paulus Totok Lusida, untuk mengkaji aturan dan mekanisme yang memungkinkan peran broker dalam penyaluran rumah subsidi. Proses kajian ini dimintanya dilakukan bersama Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, agar dapat memastikan kebijakan yang “link and match” atau saling terhubung antara pembuat kebijakan, lembaga pembiayaan, dan pelaku pasar.

“Supaya di link and match, ya. Supaya kita bangun ekosistemnya,” kata Ara.

Terkait urgensi pengembangan skema ini, Ara menegaskan bahwa pasar rumah subsidi sangat besar dan masih jauh dari terpenuhi. Pemerintah menetapkan target pembangunan 350.000 rumah subsidi pada tahun ini, naik signifikan dari sekitar 200.000 unit pada tahun sebelumnya. Dengan target tersebut, dalam satu periode pemerintahan sampai 10 tahun, pemerintah berharap dapat membangun setidaknya 3,5 juta rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Ini adalah bisnis yang sangat besar. Kalau satu tahun 350.000-an, 10 tahun itu 3,5 juta rumah. Ini menurut saya adalah suatu bisnis yang bagus,” ujarnya.

Pentingnya Sinergi Industri Broker dengan Program Pemerintah

Ara menilai sinergi AREBI dengan pemerintah akan memberikan dampak positif yang luas, terutama dalam mempercepat pencapaian program perumahan rakyat. Penyaluran rumah subsidi selama ini kerap mengalami tantangan, mulai dari verifikasi calon penerima, penyebaran informasi, hingga pendampingan proses pembelian. Keterlibatan broker profesional dinilai mampu membantu menyelesaikan masalah tersebut.

Dengan adanya broker khusus rumah subsidi, masyarakat akan lebih mudah mendapatkan informasi valid, bantuan legalitas, dan pendampingan transaksi sesuai ketentuan BP Tapera. Selain itu, keterlibatan broker dapat membantu meningkatkan transparansi pasar, mengurangi risiko salah sasaran, serta memperkuat pengawasan terhadap praktik yang tidak sesuai aturan.

Kementerian PKP dan AREBI juga diharapkan dapat bekerja sama dalam menyusun standar kompetensi, etika, dan sertifikasi bagi broker yang terlibat dalam penyaluran rumah subsidi. Hal ini penting agar masyarakat memperoleh layanan yang profesional, kredibel, dan aman.

AREBI Berperan Strategis dalam Transformasi Industri Properti

Melalui dua arahan ini, Ara menekankan bahwa AREBI memegang peran penting dalam transformasi pasar properti nasional, terutama dalam industri perantara perdagangan properti. Konsolidasi database, integrasi data nasional, serta pembentukan broker rumah subsidi akan menjadi fondasi bagi ekosistem perumahan yang lebih modern, transparan, dan inklusif.

Sebagai asosiasi resmi broker properti, AREBI dinilai memiliki kapasitas besar untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan kompetensi anggotanya, dan mendukung program pemerintah untuk menyediakan hunian layak bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Ara menutup sambutannya dengan harapan bahwa langkah-langkah ini dapat membawa industri broker properti naik kelas dan semakin berperan strategis dalam pembangunan nasional. Dengan kolaborasi yang tepat antara regulator, asosiasi, dan pelaku pasar, ekosistem perumahan Indonesia akan memasuki era baru yang lebih terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan.

Related Posts

2 Aturan Utama Perketat Standar Broker Properti di Indonesia

Dua regulasi baru—PP 28/2025 dan Permendag 33/2025—resmi memperketat standar dan tata kelola broker properti di Indonesia. Aturan ini meningkatkan risiko KBLI 68200, menambah lebih dari 10 kewajiban baru bagi P4,…

Kepercayaan Jadi Senjata Utama Broker: Transparansi Lebih Menguntungkan daripada Manipulasi

Broker yang membangun kepercayaan melalui transparansi, regulasi, dan praktik etis akan lebih menguntungkan dalam jangka panjang dibandingkan manipulasi sesaat. Simak alasan broker sukses mengincar trader jangka panjang. KabarPialang –  Dalam dunia…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You Missed

PHK Perusahaan Eropa 2025: Dampak Ekonomi Lesu

  • By Team
  • November 28, 2025
  • 2 views
PHK Perusahaan Eropa 2025: Dampak Ekonomi Lesu

Inflasi Australia 2025 Mencapai 3,8%: Dampak dan Prediksi Ekonomi

  • By Team
  • November 28, 2025
  • 4 views
Inflasi Australia 2025 Mencapai 3,8%: Dampak dan Prediksi Ekonomi

Lonjakan Permintaan Server AI, Jefferies Soroti 4 Saham Taiwan Paling Diuntungkan

  • By Team
  • November 27, 2025
  • 4 views
Lonjakan Permintaan Server AI, Jefferies Soroti 4 Saham Taiwan Paling Diuntungkan

Wall Street Menguat, 6 Faktor Penggerak Reli Jelang Thanksgiving

  • By Team
  • November 27, 2025
  • 7 views
Wall Street Menguat, 6 Faktor Penggerak Reli Jelang Thanksgiving

Outlook Kuat 2026: Morgan Stanley Prediksi EUR/NOK Tetap Datar

  • By Team
  • November 26, 2025
  • 5 views
Outlook Kuat 2026: Morgan Stanley Prediksi EUR/NOK Tetap Datar

Deutsche Bank Perkirakan Dolar Melemah 6% hingga 2026

  • By Team
  • November 26, 2025
  • 6 views
Deutsche Bank Perkirakan Dolar Melemah 6% hingga 2026